Pekerjaan perbaikan lantai tidak rata ini dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan keselamatan kerja, kestabilan mesin, serta kelancaran aktivitas operasional. Kondisi lantai yang tidak rata berpotensi menimbulkan getaran pada mesin, gangguan mobilitas, hingga risiko kecelakaan kerja, sehingga diperlukan metode perbaikan yang tepat dan terukur.

Tahap awal dimulai dengan survey kondisi eksisting, meliputi pengukuran tingkat ketidakrataan lantai, identifikasi area yang mengalami penurunan atau kerusakan, serta analisa penyebab utama seperti beban mesin, getaran, atau kualitas struktur sebelumnya. Dari hasil survey tersebut, ditentukan metode kerja yang paling efektif sesuai kondisi lapangan.
Selanjutnya dilakukan persiapan area kerja, termasuk pengamanan lokasi dan pembersihan permukaan lantai dari debu, oli, maupun material yang dapat mengganggu daya rekat. Pada area yang mengalami kerusakan cukup berat, dilakukan pembongkaran sebagian lantai untuk memastikan perbaikan dilakukan hingga ke lapisan yang benar-benar solid.

Tahap berikutnya adalah perbaikan struktur dasar dan perataan, dengan metode leveling menggunakan material khusus (mortar/screed) yang memiliki kekuatan tinggi dan daya ikat optimal. Pada area tertentu, dilakukan juga grinding atau pengikisan permukaan untuk mendapatkan elevasi yang presisi sesuai standar teknis kebutuhan mesin.
Setelah proses perataan selesai, dilakukan finishing permukaan lantai agar lebih halus, rata, dan siap digunakan. Proses ini dilanjutkan dengan curing (perawatan material) untuk memastikan kekuatan lantai mencapai performa maksimal serta tahan terhadap beban operasional jangka panjang.

Hingga tahap akhir, pekerjaan ini berhasil menghasilkan lantai yang lebih rata, stabil, kuat, dan aman, sehingga mampu mendukung kinerja mesin serta meningkatkan efisiensi dan keselamatan di area kerja. Seluruh tahapan dilaksanakan dengan kontrol kualitas yang ketat serta penerapan standar keselamatan kerja (K3).


